Karl Jobst Dihukum Bayar Rp3,7 Miliar ke Billy Mitchell atas Kasus Pencemaran Nama Baik

YouTuber Karl Jobst Harus Membayar Lebih dari $230.000 kepada Pemegang Rekor Donkey Kong, Billy Mitchell, dalam Putusan Pencemaran Nama Baik
Spread the love

Portal Dunia Esports Karl Jobst Billy Mitchell Pengadilan Australia baru saja mengeluarkan putusan yang mengejutkan dalam kasus pencemaran nama baik antara YouTuber gaming Karl Jobst dan ikon arcade Billy Mitchell. Karl Jobst Billy Mitchell Jobst, seorang YouTuber yang terkenal dengan konten speedrunning dan permainan kompetitif, di perintahkan untuk membayar lebih dari AU$380.000 (sekitar $237.000 atau Rp3,7 miliar) kepada Mitchell setelah di nyatakan bersalah atas pencemaran nama baik dalam sebuah video yang ia unggah pada tahun 2021.1

Latar Belakang Kontroversi Rekor Donkey Kong Billy Mitchell

Billy Mitchell merupakan sosok terkenal dalam dunia permainan arcade klasik, terutama karena rekor skornya dalam permainan Donkey Kong. Namun, pada tahun 2017, rekornya mulai di pertanyakan setelah berbagai pihak menuduh bahwa ia mencapai skornya dengan menggunakan emulator alih-alih mesin arcade asli. Tuduhan ini berujung pada pencabutan rekornya dari Twin Galaxies dan Guinness World Records.

Namun, setelah serangkaian litigasi yang panjang dan membingungkan, Guinness World Records akhirnya memulihkan kembali pencapaiannya. Meskipun begitu, kontroversi seputar validitas rekornya tetap menjadi bahan perdebatan di komunitas gaming, dengan banyak pihak yang masih meragukan keabsahannya.

Video Karl Jobst yang Memicu Gugatan Hukum

Dalam video berjudul provokatif “Penipu Terbesar dalam Sejarah Video Game Kembali Beraksi!”, Jobst menyinggung berbagai aspek kontroversi seputar Mitchell. Namun, yang menjadi dasar utama gugatan hukum bukanlah klaim seputar rekornya, melainkan pernyataan Jobst mengenai keterlibatan Mitchell dalam kasus tragis yang melibatkan YouTuber lain, Apollo Legend (Benjamin Smith).

Jobst menyatakan bahwa penyelesaian kasus hukum antara Mitchell dan Apollo Legend melibatkan pembayaran uang dalam jumlah besar dari Apollo Legend kepada Mitchell. Bahkan, dalam video tersebut, Jobst menyiratkan bahwa tekanan finansial akibat gugatan itu berkontribusi terhadap bunuh diri Apollo Legend pada tahun 2020. Ia juga menyatakan bahwa Mitchell “merasa senang dengan kematian” YouTuber tersebut. Pernyataan inilah yang akhirnya membuat Mitchell mengambil langkah hukum terhadap Jobst.

Fakta Hukum: Kesepakatan antara Billy Mitchell dan Apollo Legend

Dalam persidangan, hakim Ken Barlow membantah klaim yang di buat oleh Jobst dalam videonya. Ia menegaskan bahwa penyelesaian hukum antara Billy Mitchell dan Apollo Legend pada tahun 2020 tidak pernah melibatkan pertukaran uang. Apollo Legend hanya di wajibkan untuk:

  • Menghapus semua video YouTube dan unggahan media sosial terkait Billy Mitchell.
  • Memberikan hak cipta atas video-video yang telah di hapus kepada Mitchell.
  • Tidak lagi menerbitkan konten tentang Mitchell, dengan ancaman denda $25.000 untuk setiap pelanggaran.

Namun, dalam videonya, Jobst awalnya mengklaim bahwa Apollo Legend di perintahkan untuk membayar $1 juta kepada Mitchell. Ia kemudian mengedit ulang videonya beberapa kali antara Mei dan Juni 2021, setelah Mitchell mengancam akan mengambil tindakan hukum dan setelah saudara dari Apollo Legend mengonfirmasi bahwa tidak ada uang yang pernah di transfer.

Dampak dan Konsekuensi dari Video Karl Jobst

Hakim Barlow menekankan bahwa video Jobst telah di tonton oleh lebih dari 500.000 orang, dengan sekitar 20.000 penonton berasal dari Australia. Fakta ini menjadi elemen penting dalam kasus pencemaran nama baik di bawah hukum Australia. Video tersebut juga memicu ribuan komentar yang menuduh Mitchell sebagai penyebab kematian Apollo Legend dan berbagai tuduhan lainnya yang mencemarkan nama baiknya.

Selain itu, hakim juga menyoroti sikap Jobst yang di anggap terlalu percaya diri menghadapi tuntutan hukum ini. Setelah menerima pemberitahuan keberatan dari pengacara Mitchell pada tahun 2021, Jobst justru membuat pernyataan di Twitter bahwa gugatan ini “menarik” dan akan menjadi “pengalaman yang luar biasa.”

Putusan Pengadilan dan Besaran Ganti Rugi

Sebagai hasil dari kasus ini, Karl Jobst di perintahkan untuk membayar:

  • AU$300.000 sebagai ganti rugi atas kerugian non-ekonomi.
  • AU$50.000 sebagai ganti rugi tambahan karena dampak yang di perparah.
  • AU$34.668,50 sebagai bunga tambahan.

Hakim menyatakan bahwa sebenarnya Mitchell berhak meminta lebih dari AU$50.000 dalam kategori ganti rugi yang di perparah. Namun, karena jumlah yang di minta hanya sebesar itu, maka hakim memutuskan untuk mengikuti angka tersebut dalam putusan akhirnya.

Kesimpulan: Dampak Kasus Ini terhadap Dunia Gaming dan YouTube

Kasus ini menjadi pengingat bagi para kreator konten bahwa setiap pernyataan yang mereka buat di platform publik dapat memiliki konsekuensi hukum yang serius. YouTuber seperti Karl Jobst yang berfokus pada investigasi dan kritik dalam komunitas gaming perlu lebih berhati-hati.

Bagi Billy Mitchell, kemenangan hukum ini memperkuat posisinya sebagai tokoh dalam dunia permainan arcade. Dengan keputusan ini, ia berhasil mempertahankan haknya atas reputasi dan nama baiknya di tengah kontroversi yang terus berlangsung.

baca juga. Atomfall: Petualangan Pasca-Apokaliptik yang Memikat, Tapi Kurang Satu Hal Penting